The Truth About Police ( layanan masyarkat)
THE TRUTH ABOUT POLICE
Tanggal 1 juli 2022 merupakan hari yang
paling ditunggu - tunggu oleh para Polisi Negara Republik Indonesia (POLRI)
hari di mana polisi diseluruh Indonesia merayakan ulang tahun bhayangkara yang ke- 76 , saya Pribadi
juga sangat menantikan hari itu karena bertepatan dengan ulang tahun saya yang ke 17.
Perkenalkan
nama saya Zahra Agitsna Waris Putri,
saya hanya seorang siswa SMK biasa yang baru ditetapkan lulus kemarin
pada tanggal 2 juni 2022 saya berasal
dari sulawesi utara, di sini saya hanya ingin menuliskan sedikit cerita
atau argumen saya terkait “POLRI”
Sejak kecil saya sangat suka apapun yang
bersangkutan dengan kepolisian, saya suka bagaimana kepolisian melakukan
tugasnya di lapangan yang kebetulan
kakek saya juga seorang pensiunan polisi.
Ketika
saya duduk di bangku sekolah dasar setiap orang bertanya apa cita cita saya?
saya selalu menjawab ingin menjadi seorang Polwan, secinta itu saya kepada
polisi, sampai sekarang di umur saya yang ke-16 saya tetap menyukai polisi,
saya banyak menonton acara - acara yang di dalamnya banyak polisi polisi hebat
yang sangat ikhlas dan profesional ketika menjalankan tugasnya salah satu idola
saya adalah Bapak MP. Ambarita beliau merupakan polisi yang tegas juga lucu
dalam menjalankan tugasnya.
Sampai
di titik ini mulai banyak berita tentang oknum oknum kepolisian yang menjalankan
tugasnya tidak sesuai aturan sehingga efek yang ditimbulkan banyak masyarakat
indonesia yang mulai kurang percaya terhadap aparat kepolisian sejujurnya hati
saya juga mulai goyah, di dalam hati saya bertanya tanya apakah berita yang ada
di media maya itu benar adanya? atau kah hanya perbuatan oknum oknum yang tidak
bertanggung jawab yang ingin merusak
citra kepolisian?
Saya mulai mencari tahu kebenaran berita tersebut dengan cara menonton serial di mana polisi melakukan patrol. Dari setiap acara yang saya tonton saya mencari letak kurangnya mereka, tetapi yang saya temukan malah polisi polisi yang benar benar menjalankan tugasnya secara humanis dan tidak ada satupun niat mereka untuk menyakiti masyarakat. Yang dapat saya simpulkan perlakuan para polisi sebagai penegak keadilan sesuai dengan lawannya di lapangan misalnya ketika menghadapi para pelaku yang tidak kooperatif maka polisi harus bertindak tegas. Menurut saya tidak etis apabila menyamakan semua kinerja Polisi hanya karena beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab dan seenaknya.
Saya bangga dengan teknologi yang makin maju ini banyak media yang memublikasikan berita yang baik tentang kepolisian sehingga masyarakat bisa mencari tahu lebih banyak tentang kebenaran suatu berita dan tidak termakan berita HOAX.
Namun ada yang mengganjal di pikiran saya
ketika melihat patroli yang di sampingnya tidak adanya peran polwan. Apakah
kurangnya minat perempuan untuk menjadi polisi? Ataukah ada alasan lain yang
saya tidak ketahui? Menurut saya peran
polwan sangat amat di butuhkan terlebih ketika patroli menurut saya polwan bisa
lebih mengerti secara emosional dan berempati tentang perasaan para keluarga
terutama istri, ibu, dan anak tersangka, kenapa? karena sesama perempuan
memiliki kedekatan secara fisik maupun psikologis dibandingkan dengan laki -
laki.
Tapi terlepas dari itu saya sangat bangga menjadi warga negara Indonesia yang di lindungi oleh para Polisi Polisi yang hebat, sabar, dan ikhlas, untuk mengayomi dan melindungi warganya.
Sekali
lagi ucapan terima kasih saya ucapkan kepada aparat kepolisian atas dedikasinya
untuk Bangsa Negara dan juga Masyarakat tak ada satu kata pun yang dapat menggambarkan
betapa hebatnya kalian di tengah banyak sekali media dan juga oknum yang
berusaha merusak citra kalian.
Sekian
cerita ataupun argumen dari saya terkait
“POLRI” apabila ada salah kata mohon maaf terima kasih
Komentar
Posting Komentar